Kamis, 23 Februari 2012

BENARKAH SAYIDAH AISYAH DINIKAHI OLEH NABI PADA USIA 9 TAHUN ???

Mari Kita simat dibawah ini, samapai dengan selesai !!!!
Para orientalis biasanya sering mengkritik kehidupan Rasulallah saw dengan wanita. Rasulallah yang mulia saw selalu digambarkan sebagai seorang -ma'af- budak sex. (naudzubillahi min dzalik). Diantaranya dikatakan bahwa Nabi saw istrinya banyak karena gairah seksualnya terlalu tinggi,  dikatakan juga dalam satu malam semua istrinya dikumpuli semua, Nabi saw suka wanita muda, gadis kecil dst.nya. Kita jangan kaget dengan perkataan-perkataan mereka seperti itu, karena ironisnya rujukan-rujukan mereka adalah hadits-hadits yang kita shahihkan termasuk dari kitab Imam Bukhori dan Muslim.
Didalam harian "Sydney Morning Herald" melaporkan tentang Islam di Australia. Dalam laporan khusus tersebut seorang muslim ,Dr. Zacharia Matthews, diberi kesempatan menjawab pertanyaan orang-orang yang note-bene non muslim. Dari salah satu pertanyaan mereka ialah tentang prilaku Nabi saw yang tidur dengan seorang wanita yang masih kanak-kanak (yang dimaksud adalah Aisyah ra). Karena berita yang masyhur ,sesuai riwayat imam Bukhori-Muslim, dikatakan bahwa Aisyah ra berumur 9 tahun ketika dikawin oleh Rasulallah saw.

Jumat, 17 Februari 2012

SOAL MASALAH KHILAFIYAH II

Lanjutane.........


Bagi siapa yang ingin melanjutkan pengetahuannya dalam soal ini (masalah khilafiyah) dan ingin menyelidiki masalah kebenaran yang saya terangkan itu, dipersilahkan membaca kitab-kitab yang tersebut dibawah ini : 

  1. Kitab Tafsir Thabari, karangan Ibnu Jarir at Thabari (wafat :310 H)
  2. Kitab “ Bidayatul Mujtahid “, karangan filusuf Ibnu Rusydi, seorang ulama Islam berasal ari Cardova – Spanyol (wafat : 595 H).
  3. Kitab “Al Milal wan Nihal “, karangan Syahastani (wafat 548 : H).
  4. Kitab “ Al Fiqhu ala Madzahbil Arba’ah “, 4 jilid karangan Abdul Rahman al Jaziri.

SOAL MASALAH KHILAFIYAH I

Suatu hal yang patut saya tanggapi disini bahwa menurut laporan yang sampai kepada saya, ada segelintir orang berpendapat bahwa membicarakan atau membuka-buka " Masalah Khilafiyah " adalah suatu hal yang tidak baik. Lebih baik hal itu didiamkan saja, tidak dikaji-kaji karena membicarakan " Masalah Khilafiyah " bisa memecah persatuan ummat Islam, kata orang itu.

saudara - saudara, cobalah berfikir agak tenang !

Pada waktu sekarang masalah - masalah agama keseluruhannya sudah menjadi masalah khilafiyah, baik masalah Tauhid, masalah amal ibadat, maupun masalah tasawuf, semuanya hampir sudah menjadi masalah khilafiyah. Andai kata kita berhenti membicarakannya, maka itu berarti kita berhenti membicarakan masalah agama seluruhnya, berhenti membuka kitab - kitab agama, berhenti mempelajari ilmu agama, berhenti mempergunakan akal, dan berhenti melahirkan pendapat.

Selasa, 21 Juni 2011

Khalid bin Walid

“Orang seperti dia, tidak dapat tanpa diketahui dibiarkan begitu saja. Dia harus diincar sebagai calon pemimpin Islam. Jika dia menggabungkan diri dengan kaum Muslimin dalam peperangan melawan orang-orang kafir, kita harus mengangkatnya kedalam golongan pemimpin.” Demikian keterangan Nabi ketika berbicara tentang Khalid sebelum calon pahlawan ini masuk Islam.

Khalid dilahirkan kira-kira 17 tahun sebelum masa pembangunan Islam. Dia anggota suku Bani Makhzum, suatu cabang dari suku Quraisy. Ayahnya bernama Walid dan ibunya Lababah. Khalid termasuk di antara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi dari Khalid, adalah isteri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya. Suatu hari pada masa kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini main adu gulat. Khalid dapat mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan melalui suatu perawatan kaki Umar dapat diluruskan kembali dengan baik.

NABI MUHAMMAD SAW

Pada waktu umat manusia dalam kegelapan dan suasana jahiliyyah, lahirlah seorang bayi pada 12 Rabiul Awal tahun Gajah di Makkah. Bayi yang dilahirkan bakal membawa perubahan besar bagi sejarah peradaban manusia. Bapa bayi tersebut bernama Abdullah bin Abdul Mutallib yang telah wafat sebelum baginda dilahirkan iaitu sewaktu baginda 7 bulan dalam kandungan ibu. Ibunya bernama Aminah binti Wahab. Kehadiran bayi itu disambut dengan penuh kasih sayang dan dibawa ke ka'abah, kemudian diberikan nama Muhammad, nama yang belum pernah wujud sebelumnya.

Artikel

khazanah-salafiyyah